Penggunaan pelumas

Banyak orang yang memilih minyak pelumas  karena tertarik iklan dan promosi semata, memilih pelumas karena informasi dari montir asalan atau karena pengalaman. Namun tidak banyak orang yang memilih pelumas karena alasan objektif.

Melalui situs ini, kami akan memberikan informasi lengkap bagaimana cara memperoleh hasil yang maksimal atau memuaskan di dalam sistem pelumasan mesin. Hal mutlak yang diperlukan adalah selektifitas penggunaan pelumas itu sendiri, yaitu dengan menentukan jenis pelumas yang tepat untuk mesin dan peralatan yang akan dilumasi berdasarkan :

a. Rekomendasi pabrik pembuat mesin

Biasanya pabrik pembuat mesin (OEM) seperti pabrik kendaraan bermotor dan pabrik mesin mesin industri memberi petunjuk jenis pelumas (bahkan merk dan tingkat kekentalannya) yang direkomendasikan untuk digunakan.

b. Bahan bakar yang digunakan

Pelumasan untuk mesin berbahan bakar bensi tentu tidaklah sama dengan pelumasan untuk mesin berbahan bakar solar atau gas. Apabila tidak ada ketentuan ukuran atau aturan penggunaan pelumas oleh pembuat mesin, maka anjuran dalam penggunaan pelumas biasanya dilaksanakan oleh para teknisi pabrik dengan melihat pada :

– Data teknis dari mesin
– Pengetahuan tentang pelumasan dari para teknisi
– Pengalaman dari para teknisi

 Untuk mendapatkan pemahaman yang benar tentang pelumas dan informasi pelatihan teknik pelumas dan pelumasan, segera hubungi kami melalui telepon : 022 7502678 atau 022 70311130 atau email : info@lumasmultisarana.com

Bagi pelajar SMK – Jurusan Otomotif yang ingin mengikuti/mengadakan pelatihan tentang pelumas, kami dapat menyediakan waktu khusus dan tanpa membawa merk pelumas tertentu dalam modul pelatihannya

Pelumas (lubricant atau sering disebut lube) adalah suatu bahan (biasanya berbentuk cairan) yang berfungsi untuk mereduksi keausan antara dua permukaan benda bergerak yang saling bergesekan. Suatu bahan cairan dapat dikategorikan sebagai pelumas jika mengandung bahan dasar  (bisa berupa oil based atau water/glycol based) dan paket aditif.

Pelumas mempunyai tugas pokok untuk mencegah atau mengurangi keausan sebagai akibat dari kontak langsung antara dua permukaan logam yang saling bergesekan sehingga  keausan dapat dikurangi, besar tenaga yang diperlukan akibat gesekan dapat dikurangi dan panas yang ditimbulkan oleh gesekan pun akan berkurang.

Pelumas dapat dibedakan type/jenisnya berdasarkan bahan dasar (base oil), bentuk fisik, dan tujuan penggunaan.

  1. Dilihat dari bentuk fisiknya :
    a. Minyak pelumas (lubricating oil)
    b. Gemuk pelumas (lubricating grease)
    c. Cairan pelumas (lubricating fluid)
  2. Dilihat dari bahan dasarnya :
    a. Pelumas dari bahan nabati atau hewani
    b. Pelumas dari bahan minyak mineral atau minyak bumi
    c. Pelumas sintetis
  3. Dilihat dari penggunaannya :
    a. Pelumas kendaraaan
    b. Pelumas industri
    c. Pelumas perkapalan
    d. Pelumas penerbangan
  4. Dilihat dari pengaturan atau pengawasan mutunya :
    a. Pelumas kendaraan bermotor :

    • Minyak pelumas motor kendaraan baik motor bensin /diesel
    • Minyak pelumas untuk transmisi
    • Cairan pelumas transmisi otomatis dan sistim hidrolis (Automatic transmission fluid & hydraulic fluid)

    b. Pelumas motor diesel untuk industri :

    • Motor diesel putaran cepat
    • Motor diesel putaran sedang
    • Motor diesel putaran lambat

    c. Pelumas untuk motor mesin 2 langkah :

    • Untuk kendaraan bermotor
    • Untuk perahu motor
    • Lain lain ( gergaji mesin, mesin pemotong rumput )

    d. Pelumas khusus

    Jenis pelumas ini banyak ragamnya yang penggunaannya sangat spesifik untuk setiap jenis, diantaranya adalah untuk senjata api, mesin mobil balap, peredam kejut, pelumas rem, pelumas anti karat, dll.

share

No Comments Yet.

Leave a Comment